Selasa, Januari 03, 2012
2012 - New Year, New Eyes, New Prespective
Kembali berceloteh
cerita soal the kids - my favorit interrest, barangkali
atau berbagi dongkol soal 'something is going wrong here'
mungkin bisa juga sekedar -coba - bersatir tentang kamu dan duniamu itu...
Well,
Paling tidak kembali menulislah...
Agar otak tak lagi beku
Dan lidah tak jua bisu, diam terbujur kaku
Citameang, 3 Januari 2012
Selasa, Juli 05, 2011
holiday yang "asyiiik"
Selasa, Januari 04, 2011
Momen Emas
Lagi cuti nih....
Bagi sebagian teman, itu berarti on duty,
Jagain anak katanya.
Bagi ku, inilah momen-momen emas.
Meski hanya tersedia 2 hari, ditambah week-end
ya lumayan lah....
Sempat membawa para catrik ke pojok-pojok kramat kwitang
Terbengong-bengong mereka
Akan harga buku yang ternyata bisa murah nian
Belum lagi melihat Bunda
Trengginas..
Kejam lagi santai menekan harga
Untuk koleksi buku langka yang dibutuhkannya
Malamnya ber-JBB menikmati
"Main masak-masakan tapi harus dimakan" [demikian istilah si Bontot] di sebuah restoran masakan jepang
Kemudian menuntun si Bontot jatuh bangun belajar sepeda roda dua
Juga duel badminton dengan the next "Taufiq Hidayat" hingga terkapar
Mengantar Si Sulung menikmati Laskar Pelangi
Termasuk di dalamnya mengunjungi Rumah Eyang dan menikmati Perang Antar Sepupu di sana.
Hmmm... Life is too short to worry ....
Bagi sebagian teman, itu berarti on duty,
Jagain anak katanya.
Bagi ku, inilah momen-momen emas.
Meski hanya tersedia 2 hari, ditambah week-end
ya lumayan lah....
Sempat membawa para catrik ke pojok-pojok kramat kwitang
Terbengong-bengong mereka
Akan harga buku yang ternyata bisa murah nian
Belum lagi melihat Bunda
Trengginas..
Kejam lagi santai menekan harga
Untuk koleksi buku langka yang dibutuhkannya
Malamnya ber-JBB menikmati
"Main masak-masakan tapi harus dimakan" [demikian istilah si Bontot] di sebuah restoran masakan jepang
Kemudian menuntun si Bontot jatuh bangun belajar sepeda roda dua
Juga duel badminton dengan the next "Taufiq Hidayat" hingga terkapar
Mengantar Si Sulung menikmati Laskar Pelangi
Termasuk di dalamnya mengunjungi Rumah Eyang dan menikmati Perang Antar Sepupu di sana.
Hmmm... Life is too short to worry ....
Jumat, Agustus 06, 2010
Di Titik Nadir
Malam ini, Ciganjur lengang...
Si Sulung masih di asrama. Pekik dan candanya sudah lama hilang dari Ciganjur
The Second dengan teman-temannya sedang mabid di Sekolah sehabis tahrib Ramadhan tadi siang
Senandung Ilahiah-nya tak berkumandang magrib tadi.
The Third lagi karantina menjelang lomba matematika.
Ah ketak-hadiran The Bandit pengganggu adik itu.. sungguh membekukan udara Ciganjur
Si Bontot...
Cucak rawa itu tergolek lemas... Empat hari tak hadir di kelas
Tak ada titah, tatah katanya belajar membaca.. apatah lagi tawanya
I lost... in a strange world.
Si Sulung masih di asrama. Pekik dan candanya sudah lama hilang dari Ciganjur
The Second dengan teman-temannya sedang mabid di Sekolah sehabis tahrib Ramadhan tadi siang
Senandung Ilahiah-nya tak berkumandang magrib tadi.
The Third lagi karantina menjelang lomba matematika.
Ah ketak-hadiran The Bandit pengganggu adik itu.. sungguh membekukan udara Ciganjur
Si Bontot...
Cucak rawa itu tergolek lemas... Empat hari tak hadir di kelas
Tak ada titah, tatah katanya belajar membaca.. apatah lagi tawanya
I lost... in a strange world.
Kamis, Juli 29, 2010
Ancaman Kudeta
" Bah..." panggil The Second tiba-tiba. Sore itu sambil leyeh-leyeh, kami, full team minus Si Sulung yang sudah di asrama, sedang kumpul di ruang tengah.
" Yap .."
" Harusnya aku kalo sholat jadi imam donk. Kan hapalan suratku lebih banyak dari Abah..." cetus The Second sambil nyengir.
"?..." terbengong-bengong sejenak sambil mencoba berpikir.. "Ya.. kayaknya kalo dari banyak hapalan iya..." jawabku sambil terus berpikir keras.
"Iya.. tapi kamu belum Baligh" potong the Mother sambil menahan senyum
" Kalo sudah baligh bisa..?" kejar The Second terus.
" Ya .. bisa"
Dan terbitlah senyum lebarnya...
Sementara... saya teringat novelnya Remisilado tentang kikuknya Hamengkubuwono II menghadapi anaknya Hamengkubuwono III setelah kudeta yang sutradarai Deandles dalam bukunya Pangeran Diponegoro... Duh...
" Yap .."
" Harusnya aku kalo sholat jadi imam donk. Kan hapalan suratku lebih banyak dari Abah..." cetus The Second sambil nyengir.
"?..." terbengong-bengong sejenak sambil mencoba berpikir.. "Ya.. kayaknya kalo dari banyak hapalan iya..." jawabku sambil terus berpikir keras.
"Iya.. tapi kamu belum Baligh" potong the Mother sambil menahan senyum
" Kalo sudah baligh bisa..?" kejar The Second terus.
" Ya .. bisa"
Dan terbitlah senyum lebarnya...
Sementara... saya teringat novelnya Remisilado tentang kikuknya Hamengkubuwono II menghadapi anaknya Hamengkubuwono III setelah kudeta yang sutradarai Deandles dalam bukunya Pangeran Diponegoro... Duh...
Rabu, Juni 09, 2010
Gulana Menjelang Boarding
Alhamdulillah, Si Sulung diterima dan memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke MAN Insan Cendikia Serpong.
Mula-mula, ia terlihat bimbang. Satu dua hari, kemudian terlihat yakin. Lalu diproklamirkan keputusannya.
Kemudian giliran umminya. Terserang insomnia, membayangkan jauh dirinya dari sang putri. Kemarin-kemarin sih, meski buk-sibuk, sempat juga bertukar dua cerita, baku tawa menjelang tidur. Nanti, mereka kan terikat jadwal kunjungan seminggu sekali. Duhai...
Terakhir, Si Bontot, dalam keheranannya tak putus dia bertanya:
" Hah, sekolah apa itu .... masa gak pulang-pulang?
Atau
"Kenapa di sekolah-in di IC sih... nanti aku kangen gimana..."
Mula-mula, ia terlihat bimbang. Satu dua hari, kemudian terlihat yakin. Lalu diproklamirkan keputusannya.
Kemudian giliran umminya. Terserang insomnia, membayangkan jauh dirinya dari sang putri. Kemarin-kemarin sih, meski buk-sibuk, sempat juga bertukar dua cerita, baku tawa menjelang tidur. Nanti, mereka kan terikat jadwal kunjungan seminggu sekali. Duhai...
Terakhir, Si Bontot, dalam keheranannya tak putus dia bertanya:
" Hah, sekolah apa itu .... masa gak pulang-pulang?
Atau
"Kenapa di sekolah-in di IC sih... nanti aku kangen gimana..."
